WHAT'S NEW?
Loading...

Modern Dan Canggih Berikut Cara Kerja Mesin Print Kain

Kemajuan teknologi yang ada tidak hanya dapat kita rasakan pada bidang informasi, namun juga pada bidang fashion dan desain. Jika dulu kita hanya mengenal teknik cetak manual yaitu sablon dan membatik, kini teknologi mesin printing tekstil bisa menjadi andalan. Dengan kemampuannya mencetak segala macam bentuk desain berbagai warna dalam waktu singkat, membuat banyak bisnis konveksi kini mempergunakannya. Untuk lebih mengetahuinya lebih dalam, berikut adalah cara kerja mesin prin kain yang dapat kalian cermati.

Cara Kerja Mesin Print Kain
1. Printing Langsung Ke Permukaan Kain
Ada beberapa jenis mesin printing yang biasa digunakan oleh para penyedia jasa print kain, dan salah satunya adalah printing digital textile. Printing jenis ini memungkinkan para penyedia jasa printing kain untuk langsung memberikan desain yang diinginkan konsumen. Lembaran kain dengan jenis tertentu langsung dimasukan ke dalam mesin kemudian akan keluar dengan pola yang sudah ditentukan. Meski penggunaannya sangat praktis dan singkat, mesin digital printing ini terbatas hanya bisa menggunakan beberapa jenis kain polyester, seperti kain katun dan juga sutera.

Proses pencetakan sangatlah mudah, pertama-tama, para konsumen memberikan pola desain yang diinginkan dalam bentuk softfile. Dengan bantuan perangkat monitor, para tenaga cetak bisa langsung memproses gambar secara visual dengan menyesuikan letak desain pada lembar kain tersebut. Sedangkan kain langsung dibentangkan dan dipasang dengan rapi di dalam mesin printer. Setelah dirasa sudah pas maka kemudian desain siap untuk digambar dengan mesin cetak. Jika gambar sudah tercetak, langkah selanjutnya yaitu memanaskannya dalam mesin press.

2. Printing ke Transfer Paper
Hampir sama seperti mesin printing secara langsung. Proses ini juga menggunakan mesin printing digital textile. Cara ini digunakan untuk bahan kain yang tidak bisa ditetak secara langsung, karena bahan dan jenis kainnya tidak bisa dimasukkan dalam mesin cetak. Sebagai gantinya, transfer paper akan diberikan pola dengan teknologi offset maupun inkjet. Kertas ini memiliki kemampuan untuk menyimpan tinta untuk selanjutnya dipindahkan ke permukaan kain dengan cara memberikan suhu panas. Dalam proses pemindahannya, dipakailah alat press yang bisa mengoptimalkan pemindahan gambar pola dari transfer paper tersebut ke permukaan kain.

3. Printing Garment
Berbeda dengan printing digital textile yang digunakan oleh kedua cara diatas, printing garment memakai mesin cetak DTG atau direct to garment. Alat ini banyak sekali ditemukan di beberapa tempat jasa print kain, karena bentuknya yang lebih praktis dan sederhana. Mesin ini biasa digunakan untuk printing kaos polos, kaos berwarna atau juga jersey. Jika printer digital tekstile menggunakan tinta sublimasi, maka printing DTG memakai jenis tinta pigmentasi sebagai eksekusinya. Proses pencetakanya juga cukup sederhana, langsung saja letakkan permukaan kain yang ingin diberikan pola kemudian keringkan. Proses sangat sederhana tanpa harus melakukan transfering atau coating menggunakan transfer paper.

Itulah beberapa jenis dan cara pengoperasian print kain yang perlu kalian cermati, khususnya untuk kalian yang ingin memulai bisnis printing kain. Kualitas dan kuantitas pada suatu penyedia jasa printing kain tentu saja didukung dengan adanya mesin printing yang canggih serta bahan-bahan pendukung yang baik. Mulai dari bahan kaos, alat porong, jahit hingga tinta yang digunakan haruslah berkualitas sehingga gambar yang diaplikasikan pada kain lebih berkualitas. Untuk menjaga kualitas juga perlu adanya pemeriksaan pada mesin cetak secara berkala agar gambar yang dihasilkan tetap tajam, jelas dan sesuai dengan ekspektasi warna.